Kekayaan budaya suatu daerah bisa menjadi salah satu daya tarik wisata untuk mendatangkan para wisatawan. Suku Batak adalah salah satu suku di Indonesia yang mempertahankan kebudayaannya. Mereka memegang teguh tradisi dan adat. Sampai sekarang adat dan budaya tetap dilaksanakan dalam kehidupan sosial orang Batak dan aktivitas sehari-harinya.

Ulos menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dari kehidupan orang Batak. Kain ulos memiliki makna mendalam bagi kehidupan mereka. Dalam pandangan suku kaum Batak ada tiga unsur yang mendasarkan dalam kehidupan manusia, yaitu darah, napas, dan panas. Dua unsur pertama dimaknai sebagai pemberian Tuhan, sedangkan unsur ketiga tidak termasuk di dalamnya. Panas matahari tidak bertahan hingga malam hari guna menangkis dingin di pegunungan di mana suku bangsa Batak tinggal pada zaman dahulu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara, Sasma Hamonangan Situmorang, S.STP,M.Si menginisiasi penggunaan kain tradisional Batak Toba (Ulos) di 2 destinasi wisata yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara yakni Salib Kasih Siatas Barita dan Huta Ginjang, Kecamatan Muara. Setiap hari Sabtu dan Minggu, para petugas di destinasi wisata tersebut harus mengenakan pakaian adat untuk menarik para wisatawan sekaligus untuk menunjukkan citra diri sebagai Bangso Batak. 

Banyak komentar positif yang diberikan oleh para pengunjung. Mereka mengatakan bahwa terobosan baru ini cukup membawa dampak yang positif, yakni menunjukkan keunikan dan ciri khas Budaya Batak. Bahkan terkadang ada warga yang meminjam ulos yang dikenakan hanya untuk sekedar berfoto. 

Kepala Dinas Pariwisata, Sasma Hamonangan Situmorang, S.STP, M.Si berharap, kiranya perubahan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata ini dapat terus dilakukan secara konsisten serta membawa dampak positif untuk dunia pariwisata Tapanuli Utara ke depannya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.